Translate

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Tulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2012

Proposal Kerja Praktek Teknik Industri


PROPOSAL KERJA PRAKTEK

“ANALISIS TINGKAT KELELAHAN PEKERJA PADA BAGIAN PENGOLAHAN INTI KELAPA SAWIT ( KARNEL )
DENGAN  MENGGUNAKAN METODE ANALISIS JALUR
PADA PT. GLOBE SAWIT SEMESTA
KOTA SUBULUSSALAM ACEH


 











DISUSUN OLEH
LATIF RUSDI
NPM. 09.0501.0014



PROGRAM STUDI  TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2012
A.    RINGKASAN
1.      Judul Penelitian
“Analisis Tingkat Kelelahan Pekerja Dengan Menggunakan analisis Jalur  Pada PT.Globe Sawit Semesta, Kota Subulussalam,Aceh
2.      Nama Pengusul
N a m a                        : LatifRusdi
N P M                         : 09.0501.0014
3.      Ikhtisar Penelitian
Kelelahan kerja merupakan faktor para produktivitas karyawan bekerja. Secara umum kelelahan kerja ( factor fisik ) di perusahaan merupakan bagiaan dari lingkungan dan beban para karyawan tersebut melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari. Aspek fisik kelelahan kerja dapat mempengaruhi karyawan dalam produkvitas. Faktor fisik beban kerja merupakan faktor yang penting dalam kelangsungan hidup perusahaan yaitu hubungan manusia dengan manusia, manusian dengan mesin dan manusia dengan lingkungannya ( kondisi kerja ).
Penelitian mengenai factor fisik kelelahan kerja ini dilatar belakangi oleh adanya kenyataan bahwa didalam bekerja, seorang pekerjadipengaruhi oleh berbagai gerak kerja dan beban kerja. Faktor-faktor tersebuat dapat berdampak negatif dimana dapat menghambat waktu dan menuntut tenanga yang lebih banyak dan berdampak positif dimana dapat meningkatkan produkvitas kerja manusia sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.
Keadaan kerja seperti ini dapat menimbulan kelahan kerja yang sangat berpengaruh pada produktivitas para pekerja. Apa bila kelelahan para pekerja berlebihan akan menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan PT.Globe Semesta Sawit karena akan mengakibatkan menurunnya kapasitas produksi hariaan maupun system kerja yang tidak efektif dan efesien.
4.      Tempat Penelitian
Lokasi             :  PT.GLOBE SEMESTA SAWIT,
                           KOTA SUBULUSSALAM, ACEH.
Waktu Penelitian: Bulan April sampai Mei tahun 2012.


B.     PENDAHULUAN
Dalam upaya perbaikan metode dan beban kerja perusahaan untuk memperbaiki faktor-faktor fisik kelelahan kerja, manajemen perusahaan hendaknya dapat menyusun suatu perencanaan yang cermat pada pemberiaan beban kerja kepada karyawan bukan hanya dapat meningkatkan tingkat produktivitas kerja saja, melain juga dapat mendukung konsentrasi kerja.
PT.Globe Semesta Alam suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak nabati dimana distribusinya mencakup hamper seluruh Indonesia. Penelitian ini akan dilakukan pada pekerja yang bertugas bagian pengolahan inti kelapa sawit ( kernel ) dengan beban kerja yang berat seperti pengoperasian mesin-mesin pengolahan inti kelapa sawit dalam waktu yang panjang serta lingkungan kerja yang panas dan berdebu.
Keadaan kerja seperti ini dapat menimbulkan kelelahan kerja yang sangat berpengaruh pada produktuvitas para pekerja. Apa bila kelelahan para pekerja berlebihan akan menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan PT.Globe Semesta Sawit karena akan mengakibatkan menurutnyakapasitas produki harian mau pun system kerja yang tidak efektif dan efesien.
Atas dasar tersebut, maka diperlukan analisa tingkat kelelahan pekerja bagi PT.Globe Semesta Sawit untuk memperbaiki metode kerja agar kondusif dan produktif sehingga para pekerja dapat bekerja dengan konsentrasi penuh sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas yang memenihi kepuasan pelanggan.



C.    PERUMUSAN MASALAH
Pokok permasalahan yang akan dibahas dalam kerja praktek ini adalah menilai tingkat kelelahan kerja pada PT. Globe Semesta sawit dan melihat hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan produktivitas para pekerja pada PT. Globe Semesta Sawit.

D.    TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari pemecahan masalah ini adalah :
a.    Untuk mengetahui tingkat kelelahan pekerja pada suatu jenis pekerjaan.
b.    Dapat mengetahui bagian tubuh yang merasakan sakit pada pekerja.
c.    Factor – factor yang paling berpengaruh dalam peningkatan kelelahan pada pekerja .

E.     MANFAAT PENELITIAN
a.    Dapat lebih meningkatkan produktivitas tenaga kerja di PT.Globe Semesta Sawit.
b.    Memperoleh cara yang efektif untuk memperbaiki metode kerja yang ada.
F.     ASUMSI-ASUMSI
1.    Proses produksi dianggap berjalan baik dan normal.
2.    Kondisi fisik pekerja dinilai bekerja dengan baik, tidak ada tekanan.
3.    Fasilitas produksi dianggap tetap.
G.    STUDI PUSTAKA
1.      Ergonomi
Para ahli mendifinisikan ergonomic sesuai dengan interpretasi yang didapat terhadap ilmu tersebuat. Namum pada intinya para ahli tersebuat memiliki pendapat yang sama bahwa ergonomic merupakan suatu cabang ilmu yang secara sistematis memanfaatkan informasi-infosmasi mengenai sifat.
Ergonomic dapat dibagi menjadi 3 pokok pendekatan yang lebih komprehensif yaitu :
1.      Fokus utama, yaitu mempertimbangkan manusia dalam perancangan benda,prosedur kerja dan lingkungan kerja. Focus dari ergonomic adalah manusia dan interaksinya dengan produk, perawatan, fasilitas, prosedur, dan lingkungan dari pekerjaan sehari-hari.
2.      Ergonomic mempunyai 2 tujuan utama, yaitu meningkatkan efektivitas dan efesiensi dari pekerjaan dan aktivitas-aktifitas yang lain serta meningkatkan nilai-nilai tertentu yang diinginkan dari pekerjaan tersebut, termasuk memperbaiki keamanan, mengurangi kelelahan dan stress, meningkatkan kenyamanan, penerimaan pengguna yang lebih besar, meningkatkan kepuasa kerja dan memperbaiki kualitas hidup.
3.      Pendekatan utama, yaitu aplikasi sistematik dari informasi yang relevan tentang kempuan, keterbatasan karateristik, motivasi manusia, prilaku manusia terhadap desain produk dan prosedur yang digunakan serta lingkungan tempat menngunakannya.
a.      Pengelompokkan Bidang Kajian ergonomi
Pengelompokan bidang kajian ergonomic yang secara lengkap mencakup seluruh prilaku manusia dalam bekerja yaitu ;
1)      Anthropometri
Kata anthropometri berasal dari 2 kata yunani yaitu anthropus yang bearti manusia dan metron yang bearti ukuran. Antropometri mengkaji masalah dimensi tubuh manusia. Informasi dimensi tubuh manusia diperlukan untuk merancang suatu system kerja yang ergonomis agar menunjang emudahan,kenyamanan dan keamanan dari suatu pekerjaan
2)      Faal Kerja
Prilaku manusia yang di bahas pada faal kerja adalah reaksi tubuh selama bekerja khususnya mengenai energy yang dikeluarkan. Energy yang di peroleh manusia dari makanan yang dikonsumsi. Melalui berbagai tahap metabolisme pada system pencernaan, zat-zat yang mengandung energy disimpan dalam bentuk lemak dan glikogen.
3)      Biomekanika
Secara sederhan dapat dikatakan bahwa biomekanika kerja berhubungan dengan kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan kemampuaan otot dalam berinteraksidenagan asfek-asfek mekanika yang ditimbulkan oleh pekarja.

b.      Standar Nordic Body Map Questionnire
Ada beberapa cara yang telah diperkenalkan dalam melakukan evaluasi ergonomic untuk mengetahui hubungan antara tekanan fisik dengan resiko keluahan otot skeletal.
No
Jenis Keluhan
Tingkat Keluhan
Tidak Sakit
Agak Sakit
Sakit
Sangat Sakit
0.
Sakit kaku dileher bagian atas




1.





2.





3





4





5





6





7





8





9





10





11





12





13





14





15





16





17





18





19





20





21





22





23





24





25








c.       Skala Likert
Skala likert digunakan mengukur sikap, pendapatan dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadiaan atau gejala social. Dalam penelitian gejala social ini tlah ditetapkan secara spesifik oleh penelitian yang selanjutnya disebut sebagai bariabel penelitian. Setiap jawaban dibubungkan denagn bentuk pertanyaan atau dukungan sikap yang diungkap dengan kata-kata sebagai berikut :
            Pertanyaan Positif :                                         Pertanyaan Negatif :
Sangat setuju               (SS)     Sangat setuju               (SS)
Setuju                          (S)       Setuju                          (S)
Netral                          (N)       Netral                          (N)
Tidak setuju                (TS)     Tidak setuju                (TS)
Sangat tidak setuju     (STS)   Sangat tidak setuju     (STS)
2.      Konversi Data Ordinal Menjadi Data Interval
Pengolahan data dan analisis parametric masyaratkan agar data setidak-tidaknya berskala interval (skala kuantatif) sehingga data yang semula berbentuk ordinal perlu diubah menjadi data interval. Teknik pengkonversian yang digunakan Method of successive interval (MSI).  Langah-langkah pengerjaan MSI adalah sebagai berikut :
a.    Metabulasi setiap butiran jawaban responden yang diperoleh dari kuisioner.
b.    Pada setiap butiran ditentukan berapa orang yang mendapat skor 1,2,3,4 dan 5 yang disebuat sebagai frekkuensi.
c.    Menghitung nilai proporsi (P) dengan cara membagi frekuensi dengan banyaknya responden.
d.   Menentukan nilai proporsi kumulatif (PK) dengan jalan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan perkolom skor.
e.    Menentukan nilai deviasi normal (Z) untuk setiap PK yang diperoleh dengan menggunakan tabel distribusi normal.
f.     Menentukan nilai tinggi densitas (ordinat) untuk setiap nilai Z yang di peroleh dengan menggunakan tabel densitas.
3.      Karya Ilmiah Yang Relevan
a.      Mc.Cormick & Sanders.M.S, “human Factors in Engineering and design”,McGraw Hill,USA,1987.
Pada ilmu ergonomi, manusia dipandang sebagai adalah satu komponen sentral dalam suatu system kerja, disamping komponen-komponen bahan, mesin, dan peralatan kerja serta lingkungan kerjanya.dengan demikian manusia berperan sebagai perencana, perancang sekaligus sebagai pengendali system kerja tersebut.
b.      Suwarno Bambang, “Cara menggunakan dan memaknai analisis jalur”,Cetakan I,penerbit alfabeta,bandung,2007.
 Data yang diperoleh dari penyebaran kouesioner merupan hasil penilaian operator sebagai sampel terhadap keluhan yang dirasakan setelah selesai bekerja dalam bentuk skala liert. Data dalam bentuk skala likert adalah data kualitatif yang dibobotkan atau juga disebut data ordinal, di mana data ini belum dapat diolah dan dikenai perhitungan matematis.
Pengolahan data dan analisis parametik mensyaratkan agar data setidak-tidaknya berskala interval ( skala kuantatif ) sehingga data yang semula berbentuk ordinal perlu diubah menjadi interval. Teknik pengkonversian yang digunakan pada penelitian ini adalah Method of successive interval (MSI).


H.    Metodologi Penelitian
1.      Alur penelitaan dapat dilihat pada flow chart di bawah ini.


wawancara
Data Adminitratif prusahaan
Kuisioner
Rekapitulasi kuisioner tentang kelelahan otot kerja dan diubah data interval menjadi data ordinal
Analisis hail pengolahan data dan tentukan evaluasinya
Pengamatan langsung
TujuanPenelitian
Mulai
StudiPendahuluan
StudiLapangan
PerumusanMasalah
StudiPustaka
Data Sekunder

Gambar 2.Flow Diagram Penelitian
Selesai
Data Primer

2.      Lokasi penelitian
Penelitian dilakukan di PT.Globe Sawit Semesta dengan objek peneltian adalah tingkat kelelahan pekerja pada bagian pengolahan inti kelapa sawit (karnel) dengan menggunakan metode analisis jalur.
3.      Studi Pendahuluan
Studi Pendahulauan bertujuan untuk mendapatkan masukan – masukan terhadap masalah yang akan diteliti. Studi pendahuluan dilakukan dengan berbagai cara seperti studi lapangan dan studi pustaka.
Studi lapangan merupakan salah satu kegiatan pendahuluan sebelum melakukan pengumpulan data, yang digunakan sebagai proses pengumpulan data sementara yang bersifat histories. Sedangkan studi pustaka merupakan kegiatan awal dari proses pencocokan dari pengumpulan data sementara. Semua ini dapat diambil dari buku–buku yang terkait, kutipan dan dokumen–dokumen lain yang berkaitan.
4.      Perumusan Masalah
Pada setiap pekerja terdapat pekerjaan-pekerjaan yang membebani otot (muskoskeletal).
5.      TujuanPenelitian
Tujuan penelitian merupakan usaha dari suatu kegiatan untuk merealisasikan perumusan yang ada agar didapat point–point yang jelas kemana penelitian ini akan dibawa, dan untuk mempermudah dalam menentukan langkah–langkah dalamm encari solusi atas masalah yang ada.
6.      Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkanantaralain :
    1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber yang diamati serta untuk membantu dalam menyelesaikan penelitian. Data yang diperlukan adalah data  permintaan pasar, waktu proses, jumlah mesin, dan jam / harikerja.
    1. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari informasi perusahaan melainkan dari sumber–sumber lain.
    1. Metode pengumpulan data
a.       Observasi
Observasi yaitu pengamatan, pengukuran, dan pencatatan secara langsung terhadap objek  yang dibutuhkan.
b.      Interview,
Nterviewyaitu wawancara yang dilakukan terhadap manajemen maupun pihak lain yang terkait  dengan penelitian.
c.       Riset perpustakaan,
Riset perpustakaan yaitu membaca dan mempelajari literatur dan diktat yang berhubungan dan mendukung penelitian.
7.      Metode Analisis
Analisis dengan ancangan Just In Time
8.      Implementasi
Penerapan Hasil penelitian pada kondisi nyata.

I.       Daftar Pustaka
Mc. Cormick & Sanders. M.S., Human Factors in Engineering and design.
        Edisi VI, McGraw-Hill, USA,1987.
Nurmianto, Eko, Ergonomi ; konsep dasar dan aplikasinya,

J.      Jadwal Penelitian
Berikut ini adalah tabel jadwal penelitian yang akan dilakukan
No
Kegiatan
April
Mei
I
II
IV
V
I
II
III
IV
1
Studipendahuluan
*
*






2
Pengumpulan data


*
*
*



3
Pengolahan data



*
*
*


4
Penyusunanlaporan





*
*

5
Presentasi







*

K.    Dosen Pembimbing
Pembimbing 1             : M. ImronRosyidi, ST.MSI
Pembimbing 2             : Oesman Raliby

L.     Pengesahan
Mengetahui/Menyetujui
Program Studi Teknik Industri
Ketua,



Affan Rifa°i, ST
NIS. 027719152
Penyusun,





Nama : LatifRusdi
NPM  : 09.0501.0014


Entri Populer