DIAGNOSA
KEPERAWATAN
- Devisit
Volume Cairan s.d perdarahan
- Gangguan
Aktivitas s.d kelemahan, penurunan sirkulasi
- Gangguan
rasa nyaman: Nyeri s.d kerusakan jaringan intrauteri
- Resiko
tinggi Infeksi s.d perdarahan, kondisi vulva lembab
- Cemas
s.d kurang pengetahuan
INTERVENSI KEPERAWATAN :
- Devisit Volume
Cairan s.d Perdarahan
Tujuan :
Tidak terjadi devisit volume cairan, seimbang
antara intake dan output baik jumlah maupun kualitas.
Intervensi :
a. Kaji kondisi status hemodinamika
R : Pengeluaran cairan pervaginal sebagai akibat
abortus memiliki karekteristik bervariasi
b. Ukur pengeluaran harian
R : Jumlah cairan ditentukan dari jumlah kebutuhan
harian ditambah dengan jumlah cairan yang hilang pervaginal
c. Berikan sejumlah cairan pengganti harian
R : Tranfusi mungkin diperlukan pada kondisi
perdarahan masif
d. Evaluasi status hemodinamika
R : Penilaian dapat
dilakukan secara harian melalui pemeriksaan fisik
- Gangguan
Aktivitas s.d kelemahan, penurunan sirkulasi
Tujuan :
Kllien dapat melakukan aktivitas tanpa adanya
komplikasi
Intervensi :
a. Kaji tingkat kemampuan klien untuk
beraktivitas
R : Mungkin klien tidak mengalami perubahan
berarti, tetapi perdarahan masif perlu diwaspadai untuk menccegah kondisi klien
lebih buruk
b. Kaji pengaruh aktivitas terhadap kondisi
uterus/kandungan
R : Aktivitas merangsang peningkatan vaskularisasi
dan pulsasi organ reproduksi
c. Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan
aktivitas sehari-hari
R : Mengistiratkan klilen secara optimal
d. Bantu klien untuk melakukan tindakan sesuai
dengan kemampuan/kondisi klien
R : Mengoptimalkan kondisi klien, pada abortus
imminens, istirahat mutlak sangat diperlukan
e. Evaluasi
perkembangan kemampuan klien
melakukan aktivitas
R : Menilai kondisi umum klien
- Gangguan
rasa nyaman : Nyeri s.d Kerusakan jaringan intrauteri
Tujuan :
Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang dialami
Intervensi :
a. Kaji kondisi nyeri yang dialami klien
R : Pengukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan
dengan skala maupun dsekripsi.
b. Terangkan nyeri yang diderita klien dan
penyebabnya
R : Meningkatkan koping klien dalam melakukan
guidance mengatasi nyeri
c. Kolaborasi pemberian analgetika













