Translate

Selasa, 11 Oktober 2011

PEDOMAN PENULISAN TUGAS AKHIR

  DAFTAR ISI
PEDOMAN PENULISAN TUGAS AKHIR
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Rasional
1.2 Tujuan
1.3 Beberapa Istilah/Pengertian Dalam Penelitian

BAB II. PELAKSANAAN TUGAS AKHIR JURUSAN MATEMATI¥.A
2.1 Jenis Tugas Akhir
2.2 Mata Kuliah Tugas Akhir

2.3 Ciri Tugas Akhir Matematika
2.3 Kriteria Skripsi
2.4 Persyaratan Untuk Mengajukan Tugas Akhir
2.5 Kewajiban dan Hak Mahasiswa
2.6 Dosen Pembimbing
2.7 Tugas dan Tanggung Jawab Pembimbing
2.8 Tim Penguji Ujian Komperhensif
2.9 Tugas dan Tanggung Jawab Penguji Ujian Komprehensif
2.10 Tim Penguji Skripsi
2.11 Tugas dan Tanggung Jawab Tim Penguji Skripsi
2.12 Penilaian Ujian Komprehensif
2.13 Penilaian Seminar Proposal Penelitian (Jalur Skripsi)
2.14 Penilaian Ujian Sidang Sarjana

BAB III. PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
3.1 Prosedur Umum
3.2 Prosedur Pengajuan Judul Penelitian
3.3 Prosedur Pembimbingan Tugas Akhir
3.4 Penyusunan Proposal Penelitian
3.5 Prosedur Pelaksanaan Seminar Proposal
3.6 Prosedur Pelaksanaan Penelitian dan Penyusunan Skripsi
3.7 Prosedur Pelaksanaan Seminar Hasil Penelitian
3.8 Prosedur Perbaikan Skripsi
3.9 Presedur Pelaksanaan Ujian Skripsi
3.10 Prosedur Pelaksanaan Ujian Ulang Skripsi

BAB IV. CARA PENYUSUNAN PROPOSAL LAPORAN
4.1 Pendahuluan
4.2 Proposal Penelitian Kualitatif
4.3 Proposal Penelitian Kuantitatif

BAB V.
BAB VI. CARA PENYUSUNAN LAPORAN (JALUR NON SKRIPS)
6.1 Kerangka Umum Laporan
6.2 Bagian Awal
6.3 Bagian Isi
6.4 Bagian Akhir

BAB VII. TEKNIK PENGETIKAN DAN PENGUTIPAN
7.1 Teknik Pengetikan
7.2 Teknik Pengutipan
7.3 Membuat Catatan Kaki

2
BAB I
P E N D A H U L U A N
1.1 Rasional
Penulisan karya ilmiah dalam bentuk tugas akhir (skipsi/non skripsi) merupakan salah satu ciri pokok kegiatan masyarakat ilmiah di perguruan tinggi. Penulisan tugas akhir menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada pendidikan strata satu (S1). Melalui penulisan atau penyusunan tugas akhir, seorang mahasiswa (calon sarjana) dapat mengaplikasikan konsep dan metodologi penelitian sehingga terampil dalam menyusun suatu karya tulis yang memenuhi kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip ilmiah. Melalui penulisan atau penyusunan tugas akhir, mahasiswa dapat menemukan, mengembangkan, dan mengkomunikasikan secara tertulis suatu informasi baru, gagasan kajian, dan hasil penelitian ilmiah. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan adanya pedoman yang menjadi acuan dan tuntutan bagi setiap mahsiswa dalam rangka membantu pelaksanaan penelitian, untuk penulisan atau penyusunan tugas akhir.
Pedoman penulisan tugas akhir yang digunakan oleh mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin saat ini secara garis besar masih mengacu pada buku "20 Tahun Pcndidikan Sains" yang sampai pada saat penyusunan buku pedoman ini masih kurang lengkap isinya dan masih sering menimbulkan kesalahan interpretasi, sehingga dalam operasionalnya belum memenuhi harapan semua pihak. Disamping itu, makin beragamnya bahan skripsi mahasiswa yang sudah tidak terakomodasi dalam pedoman tersebut cukup sering menimbulkan salah pengertian antar dosen dalam seminar proposal mahasiswa sehingga seringkali seorang mahasiswa dibatalkan seminarnya karena faktor-faktor tersebut. Dengan demikian, pedoman tersebut perlu perbaikan dan disempurnakan. Suatu pedoman dikatakan baik jika cukup lengkap dan tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada pembacanya. Dengan demikian, pedoman penulisan skripsi ini diharapkan dapat memenuhi berbagai aspek, baik konsep, metodologi, maupun operasionalnya.
Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan penulisan skripsi selama ini tampaknya beragam, baik yang disusun oleh mahasiswa maupun bimbingan yang diberikan oleh para pembimbing, demikian juga penilaian yang diberikan kepada mahasiswa saat ujian skripsi. Perbedaan-perbedaan tersebut terlihat sejak penyusunan usulan penelitain, usulan seminar, sampai pada penilaian dan perbaikan tugas akhir mahasiswa. Hal tersebut menimbulkan berbagai masalah yang dapat berakibat pada tidak tercapainya tujuan yang diharapkan dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa. Untuk meminimalkan munculnya masalah tersebut, sangat dibutuhkan adanya pedoman penulisan skripsi di lingkungan Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin. Pedoman penulisan skripsi ini tidak hanya menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir, tetapi juga menjadi acuan bagi pembimbing dalam melaksanakan pembimbingan kepada mahasiswa, dan menjadi pedoman bagi penguji skripsi dalam pemberian nilai pada saat ujian skripsi.
Dalam penulisan skripsi ini diuraikan berbagai hal mengenai penulisan skripsi mahasiswa. Pada bagian awal diuraikan tentang alasan, tujuan pedoman skripsi, pengertian beberapa istilah, cara penyusunan usulan penelitian dan pembuatan laporan penelitian dan pembuatan laporan penelitian (skripsi/non skripsi) baik untuk penelitian kuantitatif maupun untuk penelitian kualitatif, serta teknik pengetikan skripsi dan perujukan.
3
1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan pedoman penulisan tugas akhir ini adalah
1. Menjadi pedoman yang baku dan sah bagi para mahasiswa dan dosen dalam
rangka penulisan usulan penelitian dan penyusunan skripsi mahasiswa dalam
lingkungan Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin,
2. Mengemukakan pandangan tentang prosedur tentang penyusunan/penulisan
usulan penelitian dan skripsi yang seragam berdasarkan jenis penelitian yang
dilakukan oleh mahasiswa,
3. Agar penyusunan usulan penelitian dan skripsi yang dilakukan oleh
mahasiswa dapat memenuhi kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah sehingga
dapat melahirkan suatu karya ilmiah yang berkualitas,
4. Agar tercipta keseragaman dengan standar yang lebih objektif dalam penelitian
usulan penelitian dan tugas akhir mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA
Universitas Hasanuddin.
Berdasarkan hal tersebut maka pedoman penulisan skripsi ini diharapkan menjadi acuan penyusunan tugas akhir bagi mahasiswa.
1.3 Beberapa Istilah/Pengertian Dalam Penelitian
Penelitian dalam bahasa Inggris disebut Research artinya mencari lagi, melihat kembali, meneliti lagi.
Definisi penelitian
Penelitian adalah penggunaan metode ilmiah secara formal dan sistematis untuk menjawab dan menyelesaikan masalah ( L R Gay 1998).
Penelitian merupakan usaha untuk menangkap gejala-gejala alam dan masyarakat berdasarkan disiplin metodologi ilmiah dengan tujuan menemukan prinsip-prinsip baru yang terkandung didalam gejala-gejala tadi ( Fuad Hasan dan Koentjoroningrat 1997).
Penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu ( Sugiono 1999).

Observasi adalah pemilihan pengembangan, pencatatan dan pengkodean serangkaian prilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ.
Metode Ilmiah ( Method of Scientific) adalah suatu cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri obyektivitas. Kebenaran yang diperoleh secara konsepsional atau deduktif saja tidak cukup, tetapi harus diuji secara empiris. (Charles 1991).
Model didefinisikan sebagai :
- "A replica of the phenomena in attemps to explain" (Runyon 1977).
- A verbal or mathematical expression describing a set of relationships in a
precise manner (Burch & Strater 1974)
Jadi Model adalah tiruan gejala yang akan diteliti. Model adalah suatu bentuk penyederhanaan dari suatu realitas/kenyataan. Model menggambarkan hubungan diantara variabel-variabel atau sifat-sifat atau komponen-komponen gejala tersebut.
Tujuan Utama Model adalah mempermudah pemikiran yang sistematis dan logis. Berdasarkan bentuknya Model dapat dibedakan atas : Model fisik, Model Teoritis, Model
4
Matematik, Model Mekanik, dan Model lnteraksional simbolis.
Menurut fungsi dan sifatnya, Model dapat dibedakan atas :
• Model yang bersifat Deskriptif(Hanya memeriksa situasi/fenomena
• Model yang bersifat Prediktif (Menunjukkan jika x terjadi maka y akan terjadi)
• Model yang bersifat Normatif(memberikan jawaban terbaik dalam pemecahan masalah).

Ciri-ciri ilmiah
Penelitian didasarkan pada ciri-ciri ilmiah, yaitu:
- Rasional artinya kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh akal manusia.
- Empiris artinya cara-cara yang digunakan dalam penelitian itu teramati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengambil dan mengetahui cara-cara yang digunakan.
- Sistematis artinya proses/prosedur yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Data Valid & Reliable
Data yang diperoleh melalui penelitian itu memiliki kriteria tertentu yaitu harus:
- Valid menunjukkan " derajat ketepatan ", yaitu ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objed dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti.
- Reliable menunjukkan derajat konsistensi, yaitu konsistensi data dalam interval waktu tertentu.
- Objektif menunjukkan derajat persamaan persepsi antar orang.

Karakteristik dan Kualitas Instrumen
Instrument adalah suatu " alat pengukuran" yang dipakai untuk mengukur misalnya tentang keterampilan, pengetahuan, konsep, kecerdasan, perasaan atau sikap individu atau kelompok. Instrument dapat berupa test, angket, wawancara dsb.
Instrument yang baik mengukur/menguji nilai secara objektif, artinya nilai atau informasi yang diberikan individu tidak dipengaruhi oleh orang yang menilai. Selain itu instrument yang baik dapat menyajikan data yang valid dan reliable.
Validitas instrumen berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrument dalam melakukan fungsi ukurnya.
Reliabilitas instrumen bertitik tolak pada konsistensinya mengukur. Makin reliabel suatu test makin yakin bahwa nilai yang kita peroleh akan sama bila test itu dilakukan lagi.
Variabel Penelitian
Variabel (peubah) merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati/diukur. Variabel merupakan atribut dari sekelompok obyek atau orang yang bervariasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu.
Dalam Penelitian, berdasarkan hubungannya variabel dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori yaitu :
5
[l]. Variabel bebas dan Variabel Tak bebas (terikat)
Peneliti mencari sebab dan akibat dalam suatu gejala atau mecari hubungan diantara berbagai faktor. Variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel yang lain disebut variabel bebas (variabel Independen). Sedangkan variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya disebut variabel tak bebas (variabel dependen). Variabel bebas (independen) sering juga disebut sebagai variabel stimulus, input, prediktor atau antecendent. Sedangkan Variabel terikat (dependen) sering juga disebut sebagai variabel respon, output, kritria atau konsekuen. Antara varibel bebas dan variabel terikat masing-masing tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berpasangan. Suatu variabel boleh menjadi variabel bebas pada suatu penelitian, tetapi menjadi variabel tak bebas pada penelitian lain. Jadi klasifikassi variabel ke dalam variabel bebas dan variabel tak bebas bergantung pada maksud penelitian.
[2]. Variabel aktif dan variabel Atribut
Pada penelitian eksperimental kita berhadapan dengan variabel yang dapat kita manipulasikan dan variabel yang tidak dapat kita kendalikan (sudah jadi). Kita dapat mengendalikan laju kendaraan, temperatur ruangan atau jumlah frekuensi mahasiswa DO pada akhir tahun. Tetapi kita tidak dapat mengendalikan umur, tingkat kecerdasan , status sosial , jodoh atau jenis kelamin. Variabel dalam kelompok contoh pertama disebut variabel aktif, sedangkan variabel dalam contoh kelompok dua disebut variabel atribut.
[3]. Variabel Kontinyu dan Variabel Diskret
Dalam Statistik dapat dibedakan antara variabel Kontinu dan variabel Diskret. Variabel Kontinu adalah variabel yang secara teoritis dapat mempunyai/mengambil nilai yang bergerak tak terbatas diantara dua nilai. Berat seseorang boleh jadi 50,3 kg ;50,32 kg, 50,322 kg; 50,3227 kg dan seterusnya, bergantung kepada kecermatan pengukuran. Variabel Diskret hanya mempunyai/mengambil satu nilai tertentu saja. Jumlah anggota keluarga dalam satu Rumah Tangga adalah variabel diskret yang mempunyai nilai 1, 2, 3, ..dan seterusnya dan tidak mungkin 1,7; 2,31. Dalam variabel Diskret tidak ada nilai pecahan.
[4]. Variabel moderator
Merupakan variabel yang mempengaruhi ( memperkuat atau memperlemah ) hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel moderator sering disebut sebagai variabel bebas ke dua. Contoh : hubungan antara suami dan isteri akan semakin akrab bila telah mempunyai anak. Sebaliknya hubungan antara suami dan isteri akan semakin renggang bilamana ada " fihak ketiga " dalam hal ini fihak ketiga sebagai variabel moderator. Hubungan antara kemampuan dan produktivitas kerja akan semakin tinggi bila etos kerja tinggi. Sebaliknya akan rendah bila etos kerja rendah. Dalam hal ini etos kerja sebagai variabel moderator.
[5]. Variabel intervening
Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi ( memperkuat atau memperlemah ) hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tetapi tidak terukur. Contoh murid yang pandai nilanya akan tinggi, tetapi dalam kasus tertentu ada murid pandai tetapi
6
nilainya rendah. Ternyata ia sedang sakit hati dan frustasi sewaktu mengerjakan soal ujian. Dalam hal ini sakit hati dan frustasi merupakan variabel intervening yang masih sulit diukur, tetapi ada.
[6]. Variabel kontrol
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga tidak mempengaruhi variabel utama yang diteliti. Variabel kontrol ini ditetapkan oleh yang peneliti akan melakukan penelitian terutama dengan menggunakan metode exsperimen yang bersifat perbandingan. Contoh: Penelitian untuk membandingkan kecepatan mengetik antara kelulusan SMK dengan SMU. Untuk itu, peneliti menetapkan variabel kontrol yaitu naskah harus sama, mesin ketik dan ruangan harus sama.
[7]. Variabel Boneka (Dummy)
Skala Pengukuran (Scales of Measurement)
Pengukuran adalah penggunaan aturan tertentu untuk menetapkan bilangan pada objek atau peristiwa. Dalam penelitian kita kenakan pengukuran pada variabel yang kita selidiki /pelajari. Dengan kata lain, pengukuran adalah menandai nilai-nilai variabel dengan notasi bilangan. Notasi bilangan ini dilakukan secara sistematis dan taat asas. Peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran disebut skala atau tingkat pengukuran (level of measurement).
Data untuk dianalisis adalah hasil dari pengukuran satu atau beberapa variabel. Berbagai data disajikan dengan skala pengukuran yang berbeda -beda. Berdasarkan variabel dan cara mengukurnya maka ada 4 macam skala pengukuran, yaitu:
[1]. Skala Nominal, menyajikan tingkat pengukuran yang paling rendah. Skala ini hanya mengklasifikasikan objek/orang kedalam dua kategori atau lebih. Apapun dasar pengklasifikasiannya, satu objek hanya dapat berada pada satu kategori dan semua anggota kategori tertentu mempunyai sekumpulan karakteristik umum. Perbedaan notasi bilangan yang dikenakan pada objek tersebut hanyalah perbedaan kualitatif dan bukan kuantitatif. Contoh pengklasifikasian subjek misalnya Laki-laki versus perempuan, tinggi versus rendah , Setuju, tidak setuju dan abstain dalam suatu poling pendapat. Untuk keperluan identifikasi, kadang-kadang kategori diberi nomor , misalnya 1 sampai 5 atau label A, B,C,D,E. Disini harus diketahui bahwa kategori yang diberi label 4 atau label D hanya berbeda degan kategori lainnya, dan sarna sekali tidak menunjukkan bahwa 4 lebih besar atau lebih tinggi dari yan berlabel 3. Bilangan disini tidak dimanipulasi untuk perhitungan matematika. Kalau pemberian kode/label pekerjaan misanya 1 untuk PNS, 2 Pegawai Swasta, 3 untuk ABRI dan 4 untuk lainnya, maka jelas bahwa angka 1,2,3 dan 4 tidak ada hubungannya dengan nilai, melainkan hanya untuk membedakan kategori pekerjaan semata.
[2]. Skala Ordinal, meletakkan subjek dalam suatu peringkat atau posisi relatif dalam kelompoknya (kategori disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki).
Misalnya Sekelompok Pelari maraton diberikan nomor peringkat berdasarkan urutan memasuki garis finis. Urutan 1, 2, 3, 4... dan seterusnya.Dalam hal ini bilangan-bilangan tersebut selain mengklasifikasikan pelari kedalam kategori mencapai finis, juga memberikan gambaran peringkat didalam memasuki garis finis. Nomor 1 berarti masuk kategori I dan sekaligus menduduki peringkat pertama dalam memasuki garis finis
7
(pelari tercepat). Meskipun skala ordinal menunjukkan perbedaan peringkat (lebih tinggi atau lebih rendah), tetapi skala ordinal ini tidak menunjukkan seberapa lebih tinggi atau seberapa lebih baik .
[3]. Skala Interval, mempunyai semua ciri skala nominal dan skala ordinal. Lebih dari itu skala interval didasarkan interval yang sama yang telah ditetapkan sebelumnya (urutan kategori mempunyai jarak yang sama). Skala Interval mempunyai ciri Skala Ordinal yang mengklasifikasikan subyek/peristiwa kedalam kategori tertentu, juga memberikan peringkat dalam arti tingkatan pada karakteristik tertentu dimiliki subjek. Jadi Skala matematis additivity,artinya kita dapat menambah atau mengurangi. Ciri yang penting adalah bahwa skala interval tidak mempunyai titik no! dan titik maksimum mutlak. Kita bias mengatakan bahwa nilai tes pencapaian 70 adalah lebih besar dari 35 point dibandingkan dengan nilai 35, tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa seorang yang mempunyai nilai 70 mengetahui dua kali lebih baik dibanding seorang yang mempunyai nilai 35. Dengan demikian skala Interval tidak memungkinkan kita melakukan operasi (proses) pembagian atau perkalian.
[4]. Skala Rasio, menghimpun semua sifat skala interval ditambah dengan adanya titik nol mutlak (fixed zero point). Skala rasio menyajikan tingkat pengukuran yang paling tinggi dan paling cermat. Skala rasio mempunyai semua kelebihan dari tiga jenis skala yang lain. Tinggi, panjang , berat dan waktu adalah contoh-contoh skala rasio.
Data dengan skala yang tingkatannya lebih sederhana (rendah) tidak bisa disajikan dengan skala yang lebih teliti, misalnya data ordinal tidak bisa disajikan dalam skala interval. Sebaliknya data dengan skala interval bisa disajikan dengan skala ordinal dan nominal. Jenis skala juga mcnentukan analisis statistika yang dipakai.
SUMBER DATA
.:. Data Primer merupakan pengetahuan dari tangan pertama (misal dokumen asli, laporan saksi mata).
.:. Data Sekunder merupakan informasi dari tangan kedua

Macam data

Data kualitatif

Data kuantitatif

Diskrit

Kontinu

Rasio

Interval

Ordinal

Nominal
8
BAB II
PELAKSANAAN TUGAS AKHIR JURUSAN MATEMATIKA
2.1 Jenis Tugas Akhir
Tugas akhir jurusan matematika dapat dilakukan dengan dua macam jalur yakni jalur skripsi dan jalur non skripsi. Jalur skripsi adalah jalur yang diutamakan oleh mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya, sedangkan jalur non skripsi adalah merupakan alternatif yang ditawarkan kepada para mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas akhir dengan jalur skripsi atau mahasiswa yang memiliki IPK yang relatif rendah.
Tugas akhir yang dilakukan melalui jalur skripsi memiliki dua jenis yakni penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Definisi dari keduanya telah diberikan pada BAB I, sedangkan isi proposal maupun isi laporan penelitian akan dijelaskan pada bab-bab selanjutnya. Penelitian ini dapat dilakukan secara eksperimental maupun non eksperimental (kajian pustaka) ataupun gabungan dari kedua corak tersebut.
2.2 Mata Kuliah Tugas Akhir
Mata Kuliah yang yang harus diprogramkan oleh mahasiswa yang berkaitan dengan tugas akhirnya untuk jalur skripsi adalah:
�� Program Studi Matematika:
o Presentase komprehensif matematika
o Seminar proposal
o Ujian Skripsi
�� Program Studi Statistika:
o Presentase komprehensif statistika
o Seminar proposal
o Ujian Skripsi

Sedangkan untuk mahasiswa yang mengambil jalur non skripsi hanya perlu memprogramkan Mata Kuliah Seminar Matematika I atau Seminar Statistika I sesuai dengan program studinya dan Mata Kuliah Skripsi.
Presentase komprehensif matematika dan presentase komprehensif statistika adalah mata kuliah untuk mahasiswa Program Studi Matematika dan Statistika. Presentase komprehensif ini dimaksudkan untuk menguji kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa (calon sarjana) sebelum menyelesaikan kuliahnya di jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin. Para penguji ditetapkan oleh Pimpinan Jurusan dan jumlahnya sebanyak kompetensi yang menjadi persyaratan dalam kurikulum. Ujian dilakukan secara lisan atau tertulis.
Seminar proposal Matematika dan Seminar proposal Statistika, adalah seminar proposal tugas akhir untuk masing-masing program studi, sedangkan Mata Kuliah Ujian Skripsi adalah mata kuliah yang dalam pelaksanaannya merupakan Ujian Sidang Sarjana. Prosedur pelaksanaan Seminar proposal dan ujian skripsi ini dijelaskan pada bagian lain dari buku ini.
Untuk mahasiswa yang memilih jalur non skripsi, makalah perlu diproposalkan sehingga wajib memprogramkan mata kuliah seminar proposal matemtika/statistika.
9
2.3 Ciri Tugas Akhir Matematika
Tugas akhir Matematika harus bercirikan MATEMATIKA, dalam pengertian bahwa kandungan materi pembahasan sebagian besar adalah materi matematika. Tugas akhir Matematika dapat menambah pengetahuan Matematika penulisnya. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk membahas materi yang bukan materi kuliah dan merupakan pengembangan bahan kuliah dan belum pernah diangkat dalam tugas akhir yang bertujuan memperluas wawasan pengetahuan matematika mahasiswa tersebut.
2.4 Kriteria Tugas akhir
Tugas akhir menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam hal:
a. Melihat, mengenali dan mengupas suatu masalah tertentu secara mendalam.
b. Menerapkan suatu metode yang tepat untuk membahas masalah yang telah dipilihnya.
c. Menuliskan hasil penelitiannya secara sistematis, lugas, padu dan jelas.
2.5 Persyaratan untuk mengajukan Tugas Akhir
Mahasiswa dapat memprogramkan Tugas Akhir setelah memenuhi
persyaratan berikut:
1. Telah memiliki atau melulusi minimal 110 SKS dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00,
2. Telah mengikuti seminar proposal mahasiswa lainnya minimal 10 topik seminar.
3. Mahasiswa yang diperbolehkan mengambil tugas akhir jenis Non skripsi adalah mahasiswa yang mempunyai IPK <= 2,5 atau masa studi >= 6 tahun.

2.6 Kewajiban dan Hak Mahasiswa
1. Mahasiswa wajib mematuhi semua aturan yang berkenaan dengan penulisan Tugas Akhir dan mengikuti arahan dari Pembimbing,
2. Mahasiswa yang mengambil tugas akhir wajib melaksanakan seminar proposal tugas akhir di depan tim penguji, dosen dan mahasiswa,
3. Mahasiswa yang akan seminar proposal wajib mengikuti seminar mahasiswa lainnya minimal 10 topik seminar yang dibuktikan dengan kartu kehadiran seminar (lihat Lampiran .. .),
4. Mahasiswa berhak mengusulkan pergantian pembimbing skripsi jika
�� Mahasiswa tidak berhasil melakukan seminar proposal penelitiannya paling lambat 6 bulan setelah SK pengangkatan pembimbing, atau
�� Pembimbing meninggalkan tugas selama 2 bulan berturut-turut, atau
�� Mahasiswa belum selesai melakukan penelitian dan penulisan skripsinya paling lambat 1 tahun setelah tanggal SK penunjukan pembimbing.
5. Mahasiswa berhak mengajukan perubahan tugas akhir dari skripsi ke non skripsi atas persetujuan pembimbing.

2.7 Dosen Pembimbing
Setiap mahasiswa yang melakukan penelitian untuk penulisan tugas akhir dibimbing oleh minimal dua dosen pembimbing dengan sebutan masing-masing Pembimbing Utama dan Pembimbing Pertama, dengan catatan sebagai berikut:
1. Pembimbing Utama sekurang-kurangnya memiliki jabatan Lektor atau bergelar

10

Doktor.
2. Dosen yang belum memiliki jabatan Lektor atau bergelar Magister atau Doktor dapat bertindak sebagai Pembimbing Pertama dan atau Pembimbing Kedua.
3. Sekurang-kurangnya satu Pembimbing penelitian mahasiswa berstatus dosen tetap di Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin.
4. Pembimbing diangkat oleh Dekan Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin atas usulan Ketua Jurusan Matematika Fakultas MIPA UniversitasHasanuddin.
5. Pembimbing Pertama dapat bukan dosen tetap jika di Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin tidak ada dosen yang ahli di bidang penelitian yang dipilih mahasiswa, atau jika penelitiannnya memanfaatkan tenaga atau fasilitas lembaga penelitian lain di Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin. Dalam hal ini Pembimbing Utama harus dosen tetap Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin.
6. Pembimbing skripsi dapat diganti jika syarat salah satu hal dalam bagian 2.7 a-c terjadi.

2.8 Tugas dan Tanggung Jawab Pembimbing
Secara umum tugas dan tanggung jawab Pembimbing I dan Pembimbing II adalah mengarahkan penelitian mahasiswa yang mempersiapkan tugas akhirnya. Secara lebih khusus maka pengarahan Pembimbing I dan Pembimbing II meliputi hal- hal berikut: .
2.8.1 Topik dan Judul Penelitian
• Pemilihan Topik
Bersama mahasiswa, Pembimbing berkewajiban membantu mahasiswa mencari dan merumuskan pokok permasalahan yang akan dibahas sesuai minat dan kemampuan mahasiswa. Lebih baik lagi jika sebelumnya para dosen (calon pembimbing) telah menyiapkan beberapa topik yang dapat dipilih oleh mahasiswa.
• Pembatasan Topik
Jangkauan topik penelitain hendaknya disesuaikan dengan kemapuan mahasiswa dan waktu yang tersedia, mengingat ketentuan tentang masa studi.
• Penyertaan dalam suatu proyek
Jika penelitian mahasiswa dilakukan dalam rangka suatu proyek atau penelitian lain, baik di dalam maupun di luar Jurusan Matematika, maka pembimbing wajib melaporkan hal tersebut kepada Ketua Program Studi sebelum pelaksanaan penelitian.

2.8.2 Penelitian dan pengumpulan data
Tiap penelitian didahului dan dilandasi penelusuran pustaka
• Jenis Penelitian

Jenis penelitian telah dijelaskan pada bagian 1.1
• Pendekatan Masalah

Sebelum mahasiswa memulai penelitiannya, Pembimbing hendaknya menawarkan sejumlah altematif pendekatan masalah kepada mahasiswa, agar yang bersangkutan dapat menentukan kerangka teori yang menjadi dasar acuan konsep-konsep penelitiannya.
• Data

Pembimbing hendaknya memberikan pengarahan dalam menentukan jenis dan kelengkapan data yang diharapkan terkumpul serta cara pengolahan, analisis,
11
penafsiran, dan peyimpulannya.
• Acuan
Sumbcr acuan, media cetak atau elektronik, dibatasi pada karya-karya ilmiah yang langsung berhubungan dengan topik penelitian dan disesuaikan dengan taraf studi calon sarjana. Buku-buku pelajaran ataupun informasi elektronik yang bersifat pengantar, catatan kuliah, suarat kabar, brosur, pamflet, majalah atau buku populer, serta kamus atau ensiklopedi tidak dibenarkan dicantumkan dalam daftar acuan skripsi ataupun sebagai acuan teori, data, dan konsep. Demikian pula, tugas akhir sesama mahasiswa yang belum lulus Ujian Sidang Sarjana tidak dapat diacu.

2.8.3 Penyajian
• Pembimbing berkewajiban memperhatikan sistematika penulisan skripsi sehingga penalaran, konsistensi, dan kepaduan uraian terjaga dalam proporsi yang berimbang. Sekalipun demikian, perlu digarisbawahi bahwa skripsi tetap merupakan pengungkapan pikiran mahasiswa itu sendiri.
• Pembimbing berkewajiban memeriksa kesesuaian format penyajian dengan ketentuan yang tercantum dalam Buku Pedoman Tugas Akhir ini.
• Pembimbing berkewajiban memeriksa cetakan (printout) pengolahan data, jika pengolahan dilakukan dengan komputer dan cetakannya disertakan sebagai lampiran.
Sebaiknya mencantukan nama program dan pemilik/pembuat program yang digunakan dalam tugas akhir.

2.9 Tim Penguji Ujian Komprehensif
Penguji komprehensif adalah dosen-dosen yang ditetapkan oleh Dekan bedasarkan usulan Ketua Jurusan sebagai penguji yang berjumlah 5 orang dan salah satu diantaranya adalah PA.
2.10 Tugas dan Tanggung Jawab Tim Penguji Ujian Komprehensif
Tim penguji ujian komprehensif bertugas mempersiapkan materi ujian yang mengacu pada kompetensi jurusan Matematika. Tim penguji bertanggung jawab memelihara/menjaga kompetensi yang harus dimiliki seorang sarjana Matematika.
2.11 Tim Penguji Skripsi
Tim Penguji Seminar terdiri atas:
• Ketua merangkap anggota, Sekretaris merangkap anggota dan 3 anggota lainnya.
• Ketua dan sekretaris tim penguji diusulkan kepada Dekan Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin untuk ditetapkan
• Tim Pembimbing adalah merupakan ex-officio anggota Tim Penguji

2.12 Tugas dan Tanggung Jawab Tim Penguji Skripsi
Tim Penguji bertugas menguji ujian Presentase Komprehensif, Seminar Proposal dan Ujian Tugas akhir mahasiswa pada waktu yang disepakati bersama.
2.13 Penilaian Ujian Komprehensif
Komponen utama penilain ujian komprehensif terdiri dari dua, yaitu :
- Kemampuan mengerti atau memahami pertanyaan
- Kemampuan memberikan penjelasan atau berargumentasi

12
Rentang nilai diberikan di antara angka-angka : {1, 1.1, 1,2, 1.3, 1.4, ..., 4} yaitu berupa bilangan desimal satu angka dibelakang koma. Pemberian nilai A, B, C atau E akan memakai
sistem yang sama dengan bagian 2.14.2.
2.14 Penilaian Seminar Proposal Penelitian (Jalur Skripsi)
2.14.1 Komponen penilaian
Secara garis besar, komponen penilain meliputi tiga hal, yakni isi skripsi, manfaat akademis dan praktis serta penampilan dalam seminar.
a. Isi skripsi meliputi:
�� Judul : judul skripsi matematika harus dapat menggambarkan bahwa skripsi tersebut adalah skripsi jurusan matematika
�� Pokok permasalahan : dalam hal ini skripsi yang baik adalah skripsi yang dapat memformulasikan pokok masalah sehingga mudah dimengerti oleh para pembaca.
�� Tujuan Penelitian
�� Metodologi Penelitian
�� Kerangka Pikir
�� Bahasa, Penulisan dan Pengetikan:

b. Manfaat akademis dan praktis
c. Penampilan dalam seminar meliputi:
�� Penguasaan Materi

�� Penguasaan Metodologi
�� Kemampuan berargumentasi

Contoh lembar penilaian dapat dilihat pada Lampiran … .Setiap poin diberi bobot tertentu. Penilai akan memberikan nilai antara angka-angka : {1, 1.1, 1,2, 1.3, 1.4, ..., 4} yaitu berupa bilangan desimal satu angka dibelakang koma.
2.14.2 Perhitungan nilai akhir
Nilai akhir seminar proposal dihitung dari jumlah total nilai yang diberikan oleh para penguji dibagi dengan jumlah penguji. Nilai rata-rata tersebut kemudian dikategorikan sebagai berikut:
A : jika nilai rata-rata terletak antara > 3,50 - 4,00
B : jika nilai rata-rata terletak antara > 2,75 - 3,50
C : jika nilai rata-rata terletak antara 2,00 - 2,75.
E : jika nilai rata-rata terletak antara 1,00 - 2,00.
2.15 Penilaian Ujian Sidang Sarjana
2.15.1 Komponen Penilaian
Penilaian skripsi dilakukan terhadap komponen-komponen yang tercantum dalam Lampiran ..., bagi pembimbing dan penguji. Komponen ini hampir sama dengan penilaian pada seminar proposal, kecuali point tambahan yakni hasil penelitian yang memiliki bobot yang cukup besar.
2.15.2 Perhitungan Nilai Hasil Penelitian
Nilai ujian skripsi yang diperoleh dari penjumlahan nilai yang diberikan oleh masing-masing penguji dibagi dengan jumlah penguji (lihat Lampiran ...). Nilai. rata-rata tersebut kemudian dikategorikan sebagai berikut:
A : jika nilai rata-rata terletak antara > 3,50 - 4,00
13
B : jika nilai rata-rata terletak antara > 2,75 - 3,50
C : jika nilai rata-rata terletak antara 2,00 - 2,75.
E : jika nilai rata-rata terletak antara 1,00 - 2,00.
14
BAB III
PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
3.1. Prosedur Umum
Bagi mahasiswa yang melakukan tugas akhir (TA) maka mahasiswa tersebut harus melalui semua prosedur yang dibahas dalam sub bab 3.2. dan seterusnya.

3.2 Prosedur Pengajuan Topik Tugas Akhir
1. Mahasiswa yang telah melulusi minimal 110 SKS wajib melibatkan diri secara aktif pada minimal satu laboratorium (Lab. Analisis, Lab. Ajabar, Lab. komputasi, Lab. Matematika Terapan, dan Lab. Statistik).
2. Dalam laboratorium itu mahasiswa berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dosen untuk memantapkan pengetahuannya mengenai bidang kajian yang dipelajari. Selanjutnya, diharapkan dari situ akan muncul suatu materi yang menarik dan merupakan cikal bakal untuk dimunculkan sebagai suatu masalah yang akan menjadi TA..
3. Setelah mahasiswa sudah paham betul dengan materinya dan sudah siap dijadikan sebagai TA, maka mahasiswa tersebut harus melakukan prosedur berikut
�� Mahasiswa meminta kesediaan minimal satu dosen sebagai calon pembimbing yang mempunyai bidang keahlian yang melingkupi materi tugas akhir tersebut
�� Konsultasi dengan Kepala Lab (atau sekretaris Lab.) mengenai kelayakan materi yang akan dijadikan sebagai Tugas akhir dan mengenai kelayakan calon dosen pembimbing menjadi pembimbing.
�� Sekiranya disetujui oleh Kepala Lab, maka mahasiswa tersebut berkonsultasidengan ketua program studi (PS). Ketua PS disini memeriksa relevansi materi TA tersebut dengan misi, visi dan tujuan PS, mengajukan tim penguji minimal lima dosen, terdiri dari ketua penguji, sekretaris penguji dan anggota penguji yang bukan dosen pembimbing. Tim pembimbing dengan sendirinya menjadi anggota penguji
�� Mahasiswa membuat proposal tugas akhir dengan arahan dosen pembimbing
�� Setelah proposalnya rampung mahasiswa tersebut mendaftarkan diri pada koordinator seminar dan memberikan surat tembusan ke Kepala Laboratorium.

3.3 Prosedur Pembimbingan T A
1. Mahasiswa yang sudah sukses menyajikan proposal TA pada seminar akan dibimbing minimal dua dosen pembimbing. Dosen Pembimbing tersebut bertindak sebagai Pembimbing Utama, Pembimbing I, dan Pembimbing II (jika ada).
2. Komisi pembimbing harus mengetahui kemampuan mahasiswa, sehingga komisi pembimbing bersama dengan mahasiswa bisa memprediksi mengenai cakupan isi T A. Dengan demikian waktu penyelesaian TA dapat diprediksi. Dasar inilah yang dijadikan pedoman dalam pembimbingan nantinya.
3. Komisi Pembimbing bertanggung jawab mengenai kelayakan isi, sistematika penulisan, format penulisan, dan lain-lain yang menyangkut TA tersebut. Dalam

15

pelaksanaan bimbingan tersebut, komisi pembimbing boleh membagi tugas.
4. Komisi pembimbing bersama dengan mahasiswa membuat suatu jadwal pembimbingan yang sifatnya regular minimal 1 kali dalam seminggu dan dicatat dalam satu kartu kontrol pembimbingan oleh masing-masing pembimbing.
3.4 Prosedur pelaksanaan Ujian Komprehensif
1. Mahasiswa yang materinya siap diproposalkan sebagai rencana tugas akhir terlebih dahulu harus melakukan presentase komprehensif.
2. Materi presentase komprehensif yang diujikan adalah lima bidang ilmu yaitu:
• Aljabar :
a. Sistem Persamaan Linier
b. Determinan Matriks
c. Ruag Vektor
d. Group
• Analisis :
a. Fungsi
b. Limit Fungsi
c. Turunan Fungsi
d. Integral
• Komputasi :
a. Algoritma / Flowchart
b. Dasar-dasar Pemroograman
c. Logika Instruksi
d. Contoh Program Sederhana
• Statistika Dasar :
a. Fungsi Peubah acak
b. Disribusi Peluang Diskrit dan Kontinu
c. Teori Penaksian dan Hipotesis
• Matematika Terapan atau Statistika Terapan :
1. Matematika Terapan
a. Persamaan Differensial Orde 1 dan 2
b. Aplkasi Persamaan Differensial dan Integral
c. Pemodelan Sederhana
d. Barisan dan Deret
e. Trigonometri
f. Riset Operasi
2. Statistika Terapan
a.
3. Sebelum ujian komprehensif, mahasiswa harus mendaftrakan diri ke koordinator seminar dengan memperlihatkan KRS dan bukti kesiapan dan kesedian tim penguji.
4. Mahasiswa diharapkan mengikuti ujian pendahuluan jika dosen penguji bersedia. Bentuk ujian pendahuluan tergantung kepada masing-masing penguji.
5. Semua materi presentase komprehensif harus diujikan.
6. Tim penguji untuk presentase komprehensif adalah tim penguji tugas akhir mahasiswa yang bersangkutan.
7. Jika salah satu penguji tidak hadir, penguji untuk bidang tersebut diserahkan ke

16

pimpinan jurusan untuk mengujikan materi tersebut.

3.5 Penyusunan Proposal Tugas Akhir
Dalam penyusunan proposal tugas akhir, mahasiswa harus mampu memanfaatkan pengalaman dan pengetahuannya, harus banyak membaca dan mempelajari hasil-hasil tugas akhir yang sudah ada yang mempunyai hubungan dengan masalah tugas akhir yang akan diajukan.
Suatu proposal penelitian harus merupakan usul pemikiran yang lengkap dan jelas, harus dikemukakan secara terinci, harus dikemukakan segi-segi teori dan praktis dari penelitian tersebut termasuk bagaimana data akan dikumpul dan dianalisis.
17
FORMAT PROPOSL TUGAS AKHIR
Sesungguhnya penulisan Tugas Akhir yang didahului dengan penelitian dapat dilakukan satu diantara banyak jenis penelitian, dan dapat juga menjadi perpaduan beberapa jenis penelitian. Berdasarkan pengamatan selama ini Tugas Akhir mahasiswa Jurusan Matematika hanya meliputi meliputi 5 jenis dan formatnya deberikan seperti di bawah ini.
Jenis-1: Penelitian Empiris
Penelitian Empiris adalah cara mempelajari masalah dalam suatu populasi yang melakukan pengamatan dan pengukuran melalui sampel. Pola penalaran ilmiah ini disebut induktif. Teori atau kesimpulan yang diperoleh dilakukan melalui pemaknaan hasil analisis data stastistik.
Format Isi Proposal Penelitan Empiris
Halaman Judul
Halaman Persetujuan Pembimbing
I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Hasil Penelitian

II Tinjauan Pustaka
2.1. Landasan Teori
2.2. Kerangka Pemikiran
2.3. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel
2.4. Hipotetsis
III Metode Penelitian
3.1. Batasan Populasi dan sampel
3.2. Indikator dan parameter
3.3. Pendekatan/ Model Analisis
3.4. Prosedur Pengukuran
IV Jadwal dan Rencana Kerja
Daftar Pustaka
Jenis-2: Kajian Pustaka atau Pengembangan Metode
Kajian Pustaka atau Pengembangan Metode adalah suatu penelitian yang dilakukan melalui pengembangan teori menjadi lebih general atau penajaman kepada kasus
18
spesifik. Dikaji atau diturunkan secara deduktif, bukan empiris, dengan memanfaatkan hukum/ logika yang berlaku. Penelitian ini banyak dilakukan pada bidang kajian matematika dan pemodelan matematika.
Format Isi Peoposal Kajian Pustaka atau Pengembangan Metode
Halaman Judul
Halaman Persetujuan Pembimbing
I Pendahuluan
1.1. Latar belakang
1.2. Batasan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Hasil Penelitian

II Tinjauan Pustaka
2.1. Landasan Teori
2.2. Keselarasan Toeri dan Masalah Kajian
2.3. Prosedur Pemecahan
III Metode Pembahasan
3.1. Sifat-sifat Utama Yang Diperlukan (diberi sub judul sesuai konsep
yang dibahas)
3.2. Rencana Kajian Masalah (diberi sub judul sesuai konsep
yang dibahas)
Daftara Pustaka
Jenis-4 : Studi Kasus
Studi kasus adalah suatu penelitian yang mempelajari suatu kasus (yang khas) untuk dijelaskan atau dipecahkan dengan mengunakan teori umum atau yang dimodifikasi. Hasil yang akan diperoleh bisa saja tidak general tetapi bersifat khusus.
Format Isi Proposal Studi Kasus
Halaman Judul
Halaman Persetujuan Pembimbing
I Pendahuluan
1.1. Latar belakang
1.2. Perumusan Kasus
1.3. Tujuan Studi Kasus
1.4. Manfaat Hasil Penelitian

19
II Tinjauan Pustaka
2.1. Landasan Teori
2.2. Karakter Khas Kasus yang Diajukan
2.3. Kerangka Pemikiran
III Metode Identifikasi Kasus
3.1. Identifikasi Komponen Kasus
3.2. Rencana Analisis Kasus
Daftar Pustaka
Jenis-4: Pelitian Aksi (action research)
Penelitian aksi (action research) adalah penelitian yang bertujuan mendapatkan penjelasan suatu masalah dan menemukan format kebijakan sebagai pemecahan. Dalam bidang matematika, biasanya penelitian ini dilakukan untuk mengkonstruksi suatu kebijakan penggunaan software aplikasi sistem informasi atau penciptaan peogram aplikasi komputer lainnya. Secara umum, jenis penelitian ini banyak digunakan untuk merancang kebijakan publik atau perencanaan pelayanan umum.
Format Isi Proposal Pelitian Aksi
Halaman Judul
Halaman Persetujuan Pembimbing
I Pendahuluan
1.1. Latar belakang
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Hasil Penelitian

II Tinjauan Pustaka
2.1. Landasan Teori
2.2. Kerangka Pemikiran
2.3. Metode Penyusunan Kebijakan
III Metode Rencana Kebijakan
3.1. Infrastruktur Kebijakan
3.2. Rencana Implementasi Kebijakan
Daftar Pustaka
20
Jenis-5: Makalah Ilmiah
Tugas akhir ini berbeda dengan empat bentuk yang disebutkan di atas. Makalah ilmiah tidak memerlukan penelitian, namun tidak menutup kemungkinan menggunakan data skunder. Makalah ilmiah matematika sebagai tugas akhir berisi kajian mengenai pola penalaran matematika, yaitu memahami suatu konsep atau teori dan mampu menerapkan dengan memecahkan beberapa soal latihan.
Format Isi Proposal Makalah Ilmiah
Halaman Judul
Halaman Persetujuan Pembimbing
1. Latar belakang
2. Soal yang akan dipecahkan
3. Manfaat Hasil Pacahan
4. Kajian Pustaka (bersis konsep atau teori yang akan diterapkan)
5. Rencana Pembuktian atau Pemecahan

Daftar Pustaka
FORMAT ISI LAPORAN TUGAS AKHIR
Format laporan tugas akhir merupakan pengembangan proposal. Laporan hampir mencakup semua komponen proposal, hanya penambahan dan prubahan pada bagian awal dan bagian akhir.
Bagian awala terdiri atas:
Halaman Judul
Halaman Pengesahan Tim Penguji
Kata Pengatar
Daftar Isi
Abstrak
Isi : sesuai format proposal dengan perubahan sebagai berikut Dalam Proposal
Dalam Laporan
...akan dilakukan....
....telah dilakukan....
rencana
implementasi
...akan dibuktikan...
....telah dibuktikan....
Dan perubahan mendasar lainnya
dari proposal ke laporan


Tidak ada komentar:

Entri Populer